Artikel terbaru

Artikel terbaru

“Mengisi Kekosongan Jiwa: Peran Sodakoh dalam Membantu Yatim Dhu’afa di Panti Asuhan Al Mabruroh Kota Tangeran”

Mengisi Kekosongan Jiwa: Peran Sodakoh dalam Membantu Yatim Dhu’afa di Panti Asuhan Al Mabruroh Kota Tangerang

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, terdapat sebuah panti asuhan bernama Al Mabruroh di Tangerang. Panti ini menjadi rumah bagi anak-anak yatim dan dhu’afa, yang sering kali merasa kehilangan dan kesepian. Namun, di balik setiap senyuman mereka, terdapat kekosongan jiwa yang perlu diisi dengan kasih sayang dan perhatian. Sodakoh, atau sedekah, memegang peranan penting dalam mengisi kekosongan ini. Melalui sumbangan yang diberikan oleh pendonasi, panti asuhan Al Mabruroh lebih dapat menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan pendidikan bagi anak-anak tersebut. Namun, peran sodakoh tidak hanya terbatas pada materi.

Lebih dari itu, sodakoh juga mengajak kita untuk berbagi kasih, perhatian, dan waktu.

Setiap kali ada kegiatan di panti asuhan, baik itu pengajian, permainan, atau pelatihan keterampilan, anak-anak merasa diperhatikan dan dicintai. Mereka belajar bahwa meskipun kehilangan orang tua, masih ada banyak orang baik di luar sana yang peduli terhadap mereka. Aktivitas ini tidak hanya mengisi kekosongan jiwa mereka, tetapi juga membantu mereka membangun kepercayaan diri dan harapan untuk masa depan. Dari sudut pandang masyarakat, berpartisipasi dalam sodakoh juga memberikan kepuasan batin. Melihat senyuman anak-anak yang menerima bantuan, merasakan hangatnya kebersamaan, dan tahu bahwa kita berkontribusi untuk perubahan positif adalah pengalaman yang tak ternilai. Dengan demikian, panti asuhan Al Mabruroh bukan hanya sekadar tempat tinggal bagi yatim dhu’afa, tetapi juga menjadi pusat harapan dan cinta.

Melalui sodakoh, kita semua dapat berperan dalam mengisi kekosongan jiwa, baik bagi mereka yang menerima maupun yang memberi

.

Mari bersama-sama kita jalin kepedulian dan kasih sayang, menjadikan dunia ini lebih baik bagi semua.

 

Di bawah sinar mentari sore nan cerah,
Zizan, Fahri, Fahmi, Alif,
Mamas, Rudi, Rafa, Rieza, Rafli,
Bersama dalam kebersamaan,
Mengangkat tangan, penuh harapan.

Ya Allah, Tuhan yang Maha Pengasih,
Kami berkumpul dalam doa ini,
Satu suara, satu hati,
Memohon kepada-Mu,
Untuk Bapak Safei, guru kami tercinta.

“Ya Allah, permudahkanlah segala urusan beliau,
Agar ilmu yang diberikan, bermanfaat,
Dan setiap langkahnya, Engkau berkahi,
Amin, ya Rabbal ‘alamin.”

Dalam setiap sujud, kami mengingat,
Sabda Nabi-Mu yang mulia,
“Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain,
Maka Allah akan memudahkan urusannya.”
(HR. Muslim)

Dengan semangat yang tak pernah pudar,
Kami berjanji untuk belajar,
Membawa harapan Bapak Safei,
Menjadi generasi yang gemilang,
Mewujudkan cita-cita, impian yang tak terputus.

Janganlah lelah, Bapak Safei,
Kami akan terus berusaha,
Menyebar ilmu, menyinari dunia,
Dengan cinta dan kasih sayang,
Kami akan menjadi bintang di langit yang cerah.

Tanggapan

Kepada Bapak Safei dan semua yang berjuang,
Teruslah melangkah meski jalan berliku,
Setiap usaha, setiap karya,
Adalah langkah menuju keberkahan.
Kami, anak-anak asuhan,
Selalu mendukung, mendoakan,
Bersama kita akan raih masa depan,
Dengan semangat takkan pernah padam.

Berikut adalah beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis yang mendukung narasi mengenai peran sodakoh dalam membantu yatim dhu’afa:

Ayat Al-Qur’an

  1. Surah Al-Baqarah (2:177):

    “Bukanlah kebaikan itu hanya menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebaikan ialah (beriman) kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, dan nabi-nabi, serta memberi harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, dan meminta (membebaskan) budak; dan mendirikan salat serta menunaikan zakat; dan orang yang memenuhi janji apabila ia berjanji; dan orang yang sabar dalam kesulitan dan penderitaan serta dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

  2. Surah Al-Isra (17:31):

    “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami memberikan rezki kepada mereka dan kepada kamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”

  3. Surah Al-Insan (76:8-9):

    “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. (Mereka berkata), ‘Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan wajah Allah; kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.'”

Hadits

  1. Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim:

    “Aku dan orang yang mengurus anak yatim di surga seperti ini,” sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya, “dan dia tidak memisahkan keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  2. Hadits Riwayat Ahmad:

    “Sodakoh itu tidak mengurangi harta, dan tidak ada seorang hamba yang memaafkan, melainkan Allah akan menambah kemuliaan baginya.” (HR. Ahmad)

  3. Hadits Riwayat Muslim:

    “Setiap kali seorang Muslim memberikan sodakoh kepada orang yang membutuhkan, maka itu akan menjadi cahaya bagi dirinya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

Penutup

Melalui ayat-ayat dan hadis-hadis ini, kita dapat memahami betapa pentingnya peran sodakoh dalam membantu yatim dhu’afa dan mengisi kekosongan jiwa. Mari kita bersama-sama menyalurkan kebaikan dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkan.

Artikel terbaru

Urgensi Kompetensi Qur’ani Bagi Anak Asuhan Di Era Milenial Gen Z

Galery hari menuju malam ceria

Pengukuhan Kompetensi Qur’ani Anak Asuhan

Pendahuluan
Pengukuhan kompetensi Qur’ani anak asuhan merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang paham dan cinta terhadap Al-Qur’an. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga melibatkan pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dalam konteks anak asuhan, pengukuhan ini menjadi lebih krusial karena mereka seringkali menghadapi tantangan emosional dan sosial yang berbeda.

Tujuan Pengukuhan
1. Meningkatkan pemahaman Al-Qur’an: Anak-anak asuhan diharapkan dapat memahami isi dan makna Al-Qur’an, sehingga mereka dapat menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Membangun karakter: Melalui pengajaran nilai-nilai Qur’ani, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
3. Menguatkan identitas: Pengukuhan kompetensi Qur’ani juga bertujuan untuk memperkuat identitas keagamaan mereka, memberikan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap agama.

Metode Pengukuhan
1. Pembelajaran terstruktur: Menggunakan kurikulum yang sistematis dalam mengajarkan tajwid, hafalan, dan tafsir Al-Qur’an.
2. Kegiatan praktis: Mengadakan kegiatan seperti pengajian, lomba tahfiz, dan diskusi mengenai tema-tema Qur’ani untuk meningkatkan keterlibatan anak-anak.
3. Pendekatan holistik: Mengintegrasikan pembelajaran Qur’ani dengan pengembangan aspek lain, seperti emosional dan sosial, agar anak tidak hanya cerdas secara spiritual tetapi juga dalam interaksi sosial.

Tantangan
1. Keterbatasan sumber daya: Banyak lembaga yang kekurangan guru berkualitas atau materi ajar yang memadai.
2. Motivasi anak: Menjaga semangat belajar anak-anak asuhan seringkali menjadi tantangan tersendiri.
3. Lingkungan sosial: Keterbatasan lingkungan yang kurang mendukung pemahaman Qur’ani bisa mempengaruhi proses pembelajaran.

Penutup
Pengukuhan kompetensi Qur’ani bagi anak asuhan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka. Dengan pembelajaran yang tepat dan dukungan yang konsisten, anak-anak asuhan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mengenal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini akan menciptakan masyarakat yang lebih baik, berakhlak, dan beriman.

Anak Asuhan Di Era Milenial Gen Z

Di era milenial Gen Z, urgensi kompetensi Qur’ani bagi anak asuhan semakin mendesak. Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat telah mengubah cara anak-anak berinteraksi dengan dunia, termasuk dalam hal spiritual dan pendidikan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa kompetensi Qur’ani sangat penting bagi mereka:

1. Pembentukan Karakter
Kompetensi Qur’ani membantu menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang kuat. Di tengah tantangan moral yang dihadapi generasi saat ini, pemahaman Al-Qur’an dapat menjadi landasan yang kokoh untuk membentuk karakter yang baik.

2. Identitas Keagamaan
Di era globalisasi, anak-anak asuhan seringkali terpapar berbagai pengaruh budaya. Mempelajari dan memahami Al-Qur’an akan memperkuat identitas keagamaan mereka, memberikan rasa memiliki, dan kebanggaan terhadap ajaran Islam.

3. Ketahanan Mental
Menghadapi berbagai tekanan sosial dan emosional, kompetensi Qur’ani memberikan ketenangan dan pengharapan. Ajaran Al-Qur’an mengajarkan pentingnya kesabaran, syukur, dan tawakkal, yang sangat relevan bagi anak-anak di zaman yang penuh ketidakpastian ini.

4. Keterampilan Sosial
Dengan belajar Al-Qur’an, anak-anak asuhan tidak hanya belajar berinteraksi dengan teks suci, tetapi juga dengan komunitas. Kegiatan seperti pengajian dan diskusi dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka, memupuk rasa empati, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

5. Adaptasi terhadap Teknologi
Generasi Z tumbuh di era digital, di mana informasi dapat diakses dengan mudah. Memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran Al-Qur’an, seperti aplikasi atau platform online, dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif.

Kesimpulan
Urgensi kompetensi Qur’ani bagi anak asuhan di era milenial Gen Z tidak bisa diabaikan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dalam pendidikan mereka, kita tidak hanya mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan zaman, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama. Ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi mereka dan masyarakat secara keseluruhan.

Artikel terbaru

Meminay lebih baik daripada membeli Bibit

Di tepi Situ Cipondoh yang tenang, anak-anak panti Al Mabruroh berkumpul dengan semangat. Hari itu, mereka berencana untuk meminjam bibit ikan dari pinggir situ. Dengan riang, mereka berlari menuju air yang berkilauan di bawah sinar matahari.

Satu per satu, mereka mengisi ember-ember kecil dengan air jernih, bersiap untuk menangkap bibit ikan. Tawa dan suara ceria mereka menggema di sekitar, menciptakan suasana penuh kebahagiaan. Beberapa anak berusaha menangkap ikan dengan tangan kosong, sementara yang lain menggunakan jaring kecil yang mereka buat sendiri.

Setiap kali seorang anak berhasil menangkap ikan, sorakan gembira terdengar, dan mereka berdesakan untuk melihat hasil tangkapan. Ikan-ikan kecil itu melompat-lompat di dalam ember, menambah keceriaan suasana. Sambil bermain, mereka juga belajar untuk menjaga kelestarian lingkungan, dengan berdiskusi tentang pentingnya menjaga ekosistem dan tidak merusak habitat ikan.

Setelah puas bermain, mereka mengisi ember-ember itu dengan bibit ikan dan berjanji untuk merawatnya. Dengan penuh harapan, mereka kembali ke panti, membawa serta kebahagiaan dan pengalaman berharga yang akan selalu mereka ingat. Hari itu menjadi salah satu momen indah di hidup mereka, di mana tawa dan keceriaan berpadu dengan cinta alam.

Artikel terbaru

Hasil Budidaya Ikan Lele Anak Panti Dalam Asuhan

LKS Al MDi Panti Asuhan Anak Panti, budidaya ikan lele telah menjadi program unggulan yang tidak hanya memberikan sumber protein, tetapi juga mengajarkan anak-anak tentang tanggung jawab dan kerja keras. Proses budidaya dimulai dengan membeli bibit lele dari peternak terpercaya. Bibit yang dipilih memiliki kualitas baik, dengan ukuran yang seragam untuk memastikan pertumbuhan yang optimal.

Setelah bibit dibeli, langkah berikutnya adalah menyiapkan kolam untuk menernak bibit lele. Kolam harus dilengkapi dengan air yang mengalir, menjaga kualitas air tetap bersih dan sehat bagi ikan. Air yang mengalir juga membantu mengurangi risiko penyakit dan memastikan ikan mendapatkan oksigen yang cukup.

Anak-anak di Panti Asuhan belajar tentang empan ikan, yaitu cara memberi makan yang tepat. Mereka mengamati perilaku ikan saat diberi pakan, serta belajar tentang jumlah pakan yang sesuai agar ikan tumbuh dengan baik tanpa membuang-buang makanan.

Untuk menjaga agar kolam tetap terang dan hangat, anak-anak juga memasang lampu di sekitar area budidaya. Lampu ini tidak hanya membantu dalam pertumbuhan alga sebagai makanan alami bagi lele, tetapi juga memberikan penerangan di malam hari.

Setelah beberapa bulan perawatan yang penuh perhatian, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba: panen ikan lele. Anak-anak dengan penuh semangat ikut serta dalam proses panen, menggembirakan mereka ketika melihat hasil jerih payah mereka. Ikan lele yang sehat dan besar menjadi bukti keberhasilan budidaya.

Setelah panen, anak-anak memasak ikan lele yang mereka tangkap. Makanan yang lezat ini tidak hanya memuaskan selera, tetapi juga memberikan rasa bangga atas hasil kerja keras mereka. Dengan demikian, budidaya ikan lele di Panti Asuhan tidak hanya memberikan sumber makanan, tetapi juga mendidik anak-anak tentang pentingnya usaha, kebersamaan, dan keberlanjutan.

Artikel terbaru

WOW : Lentera Khodijah

Audzubillahiminasythoonirajim
Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, dengan penuh rasa syukur, kami telah melaksanakan Distribusi Istimewa Batch 7. Dalam kesempatan kali ini, kami menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi para santri dengan mengajak mereka bermain di wahana @wow Tangerang. 🥰

Keceriaan dan tawa anak-anak santri membuat hari itu semakin istimewa. Mereka sangat senang bermain wahana, menikmati es krim, dan berbagi kebersamaan saat makan bersama. Tidak lupa, kami juga membagikan hampers yang penuh dengan kejutan manis. 🤗🤗

Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang tua asuh dan para dermawan yang telah memberikan harta terbaik mereka. Semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan balasan yang lebih baik. 🤲🏻🙏🏻

Untuk Ayah, Bunda, Abang, dan Kakak yang ingin berpartisipasi dalam melayani, memuliakan, dan membahagiakan anak-anak di Distribusi Istimewa selanjutnya, kami mengajak Anda untuk bergabung.

Mari bersama-sama kita jadikan harta kita bermanfaat bagi mereka. Dengan berbagi, kita tidak hanya memberikan kebahagiaan, tetapi juga merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Setiap senyum dan tawa anak-anak adalah pengingat bahwa kebahagiaan yang kita berikan akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lebih indah.

Di tengah kesibukan dan hiruk-pikuk Kota Tangerang, terdapat sebuah tempat penuh kehangatan dan keceriaan, yaitu Panti Asuhan Al Maburoroh Munawwaroh Al Amanah yang terletak di Gang Jambu, Buaran Indah, Kecamatan Tangerang. Di sinilah Lentera Khodijah hadir sebagai sinar harapan bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini.

Lentera Khodijah bukan hanya sekadar organisasi sosial; ia adalah sahabat sejati bagi anak-anak. Dengan penuh kasih sayang, Lentera Khodijah mengajak anak-anak panti untuk merasakan kebahagiaan dalam setiap momen. Berbagai kegiatan kreatif dan edukatif diadakan, mulai dari workshop seni, kelas membaca, hingga permainan yang mengasyikkan. Semua dilakukan dengan tujuan memberi mereka pengalaman berharga dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Fasilitas di WOW bagi anak asuhan dalam Panti Asuhan Al Maburoroh sangat luar biasa. Ruang bermain yang luas dan nyaman, perpustakaan mini yang dipenuhi buku-buku menarik, serta ruang belajar yang dilengkapi dengan berbagai alat bantu mengajar. Semua ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung perkembangan anak-anak.

Perhatian yang diberikan oleh Lentera Khodijah kepada anak-anak kami sungguh luar biasa. Mereka tidak hanya menyediakan kebutuhan dasar, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi anak-anak untuk bermimpi dan beraspirasi. Melalui program-program yang inovatif, anak-anak diajarkan untuk memahami pentingnya pendidikan dan pengembangan diri.

Lentera Khodijah selalu berusaha menjadi “WOW” bagi anak-anak panti dalam asuhan. Dengan semangat yang tak pernah pudar, mereka membawa senyuman di wajah anak-anak panti asuhan. Setiap tawa, setiap pelukan, dan setiap langkah kecil menuju mimpi adalah bukti nyata bahwa kasih sayang dan perhatian dapat mengubah kehidupan.

Di Lentera Khodijah, setiap anak adalah bintang yang bersinar, dan bersama-sama, mereka belajar untuk menerangi dunia dengan harapan dan kebahagiaan.

Artikel terbaru

Kunjungan dari DINAS SOSIAL KOTA TANGERANG, Dalam Rangka Koordinasi Acara Khatmil Qur’an 20-25 Desember 2024

LKS Al Mabruroh bersama Dinas Sosial Kota Tangerang

Dinas Sosial Kota Tangerang memberikan arahan penting kepada seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan mendatangi bersama ke gedung LKS Al Mabruroh untuk melengkapi data anak asuhan. Arahan ini bertujuan agar semua anak asuhan terdaftar secara resmi di instansi kelurahan, sehingga mereka mendapatkan keterangan sebagai anak kurang mampu dan dalam asuhan. Hal ini menjadi langkah awal untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi, terutama dalam akses layanan sosial.

Selain itu, Dinas Sosial juga mendorong LKS Al Mabruroh untuk mengajukan BPJS Kesehatan bagi seluruh anak-anak dalam asuhan. Dengan adanya jaminan kesehatan, diharapkan anak-anak ini dapat menerima perawatan yang layak dan mengurangi beban finansial bagi panti asuhan.

Ketua LKS Al Mabruroh, Ummi Inta Ikmalasari, sangat mengapresiasi arahan tersebut. Beliau melihatnya sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada anak-anak. Dengan semangat yang tinggi, Ummi Inta bertekad untuk segera melaksanakan arahan tersebut dan memastikan bahwa setiap anak asuhan mendapatkan perhatian yang lebih baik serta akses ke layanan kesehatan yang memadai.

Melalui dukungan Dinas Sosial dan komitmen yang kuat dari Ummi Inta, LKS Al Mabruroh berupaya menjadi pionir dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan, membangun masa depan yang lebih cerah bagi mereka.(Asdi)

Artikel terbaru

Ceria Anak-anak di Panti Al Mabruroh

Pada hari Senin yang cerah, anak-anak di Panti Al Mabruroh merasakan semangat yang luar biasa. Hari itu adalah hari puasa sunnah, dan mereka semua sangat antusias menantikan waktu berbuka puasa. Suasana di panti dipenuhi keceriaan dan harapan, seolah-olah semua masalah duniawi sejenak terlupakan.

Di dalam ruang makan yang sederhana namun hangat, anak-anak telah berkumpul. Mereka mengenakan pakaian terbaik yang mereka miliki, meskipun sederhana, tetapi penuh dengan kebanggaan. Di atas meja, terhampar berbagai hidangan yang menggugah selera. Ada kolak pisang yang manis, kurma yang lembut, dan minuman segar yang menyegarkan. Semua makanan itu dipilih dengan penuh perhatian, karena setiap suapan adalah berkah yang harus disyukuri.

Saat azan maghrib berkumandang, suasana semakin haru. Semua anak mengangkat tangan berdoa, memohon agar puasa mereka diterima dan diberikan keberkahan. Setelah itu, mereka berbuka puasa dengan kurma, mengikuti sunnah Rasulullah. Senyum lebar menghiasi wajah mereka saat merasakan manisnya kurma yang pertama. Keceriaan dan tawa mengalir saat mereka saling berbagi cerita dan pengalaman selama menjalani puasa.

Setelah berbuka, mereka melanjutkan dengan makan malam yang telah disiapkan. Makanan yang hangat dan lezat ini bukan hanya mengisi perut, tetapi juga menghangatkan hati. Rasa syukur melimpah di antara mereka, karena meskipun mereka hidup di panti, mereka merasakan cinta dan perhatian dari para pengurus panti yang selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Setelah makan, anak-anak berkumpul di halaman panti. Mereka bermain dan bercanda, penuh kebahagiaan. Beberapa dari mereka memainkan bola, sementara yang lain duduk bersama, berbagi impian dan harapan mereka. Di bawah sinar lampu yang hangat, tawa mereka menjadi musik yang merdu, mengisi malam dengan kebahagiaan.

Hari itu di Panti Al Mabruroh bukan hanya sekadar tentang berpuasa, tetapi tentang kebersamaan, cinta, dan harapan. Setiap anak merasa berharga dan dicintai, menciptakan kenangan indah yang akan mereka simpan selamanya. Di tengah segala tantangan, mereka menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati datang dari dalam hati, dan berbagi kebersamaan adalah anugerah terindah yang bisa mereka nikmati.

Artikel terbaru

LKS Al Mabrurotul Munawwarah Al Amanah Menyambut kunjungan KASAD (Bpk Maruli Simanjuntak, MSc)

Tanggal 18 Juli 2024, berawal dari kegiatan tanggal 16-17 Juli 2024, LKS Al Mabrurotul Munawwarah Al Amanah dengan bangga menyambut kunjungan aparat Koramil Tangerang didampingi WADAN dan Babinsa (Bapak Nasli) sebagai kunjungan kehormatan menyampaikan terkait kesiapan pengurus RUmah Yatim Dhu’afa keinginan mulia dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Bapak Maruli Simanjuntak, MSc. yang direncanakan tanggal 18 Juli 2024 pukul 10:00 WIB akan berkunjung dan berita kabar kedatangan beliau disambut dengan ucapan syukur oleh pengurus dan anak anak dalam asuhan.

Setibanya tanggal 17 Juli 2024 sejak pagi hari menjelang siang di lokasi telah dimeriahkan oleh berbagai aparatur pemerintahan kelurahan Buaran Indah (Bapak Kepala Kelurahan, DANRAMIL, WADAN, BABINSA dan segenap jajaran yang masih bergantian menyusul meninjau lokasi), dalam kegiatan persiapan telah disiapkan susunan perapihan ruangan aula yang biasanya digunakan oleh anak dalam asuhan menuntut ilmu homeschooling dan pengajian serta sholat berjama’ah, ruang perpustakaan berbentuk lesehan yang digunakan untuk pengkajian kitab kuning oleh Ummi Inta Ikmalasari, serta area kamar mandi putra dan putri termasuk asrama sebagai tempat tidur sehari hari anak dalam asuhan. Tampak antusiasme dan semangat dari menyusun dan membersihkan bersama-sama.

Dalam kesannya dari Ibu Wadanramil, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian LKS Al Mabrurotul Munawwarah Al Amanah dalam bidang rumah yatim dhu’afa menyelenggarakan model program pesantren dan homeschooling, dengan menata berbagai posisi ruangan dan tatanan barang dan posisi lantai. Beliau menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan melalui tatanan yang rapih dan bersih dari ruangan rumah yatim ini.

Menurut Ummi Inta Ikmalasari selaku ketua LKS menyampaikan “Saya sangat terkesan dengan dedikasi para guru dan semangat belajar yang tinggi dari para anak dalam asuhan di LKS ini. Kita harus terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, baik secara intelektual maupun moral,” ujar ketua LKS.


Teks Bergerak
Kami adalah anak-anak yatim dan dhu'afa, namun kami tidak boleh berputus asa. Dengan kasih sayang dan bimbingan para pengurus, kami ingin membuktikan bahwa kami dapat meraih prestasi dan menjadi generasi penerus yang berguna bagi masyarakat. Meskipun latar belakang kami kurang beruntung, kami bertekad untuk terus belajar, bekerja keras, dan menjadi pribadi yang jujur serta bertanggung jawab. Kami akan menghargai setiap kesempatan yang diberikan dan memanfaatkannya sebaik-baiknya. Rumah Yatim Dhu'afa Al Mabruroh Buaran Indah telah menjadi rumah kedua bagi kami. Di sini, kami mendapatkan bimbingan spiritual, pendidikan, dan keterampilan yang sangat berharga. Kami berjanji akan menjaga amanah ini dan membalas kebaikan para pengurus dengan cara menjadi anak-anak yang berbakti. Suatu hari nanti, kami ingin membuktikan bahwa anak-anak asuhan Rumah Yatim Dhu'afa Al Mabruroh Buaran Indah mampu menjadi pribadi-pribadi yang sukses dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Kami ingin menjadi teladan bagi anak-anak yatim dan dhu'afa lainnya. Untuk itu, kami akan terus berjuang dan mempertahankan semangat juang kami.
Doa untuk Pemimpin

Doa untuk Pemimpin

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa,

Kami bersyukur atas kunjungan pemimpin kami yang mulia pada hari Kamis 18 Juli 2024.

Semoga kehadiran beliau membawa keberkahan dan kebaikan bagi kami semua.

Ya Allah, berikanlah hikmah dan kebijaksanaan kepada pemimpin kami,

Agar beliau dapat memimpin dengan adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang.

Jadikanlah beliau sebagai pemimpin yang diridhoi-Mu,

Yang senantiasa membawa kemakmuran, kedamaian, dan kebahagiaan bagi rakyatnya.

Ya Allah, lindungilah beliau dari segala bahaya dan rintangan,

Serta panjangkanlah umur beliau agar dapat melayani rakyat dengan baik.

Aamiin ya Rabbal 'aalamiin.

Scroll to Top